|
Masyarakat di perkotaan terbukti cenderung memiliki pola makan tinggi lemak jenuh tapi rendah lemak tak jenuh, tinggi karbohidrat, tinggi natrium (garam) namun rendah serat dan mineral penting bagi tubuh. Akibatnya risiko terkena Penyakit Jantung Koroner PJK), Diabetes, Hipertensi serta Obesitas menjadi tinggi. Dan menurut survey dari Departemen Kesehatan Indonesiia, prevalensi penyakit ini dari tahun ke tahun meningkat tajam dan umur penderita yang semakin muda.Hal ini antara lain disebabkan oleh meningkatnya taraf hidup dan sosial ekonomi, yang langsung atau tidak mengubah pola hidup dan terutama pola makan. Bahkan menurut WHO dan Departemen Kesehatan RI, saat ini mungkin hanya 50 persen penduduk Indonesia yang masih mengkonsumsi bahan makanan yang disebut basic four food group seperti buah-buahan, sayuran, padi-padian, daging berlemak rendah, kacang-kacangan dan sejenisnya.Sedang konsumsi bahan makanan refined food seperti antara lain yang lebih populer disebut fast food yang sangat kaya lemak, ternyata semakin meningkat jumlahnya. Perubahan pola hidup yang langsung dan tidak langsung mengubah pola makan ini merupakan penyebab tingginya peningkatan penyakit tersebut diatas.
Salah satu asupan nutrisi penting bagi tubuh kita yang saat ini mulai banyak diteliti adalah Omega 3. Istilah Omega berasal dari bahasa latin yang berarti 'ujung netral' atau terakhir. Dalam struktur kimia organik, apabila letak atau posisi ikatan rangkap berada pada atom karbon ketiga dihitung gugus metal, asam lemak itu dinamakan Omega 3. Sementara di 'alam nyata', keberadaan Omega-3 bisa dilacak dari makanan atau minuman yang mengandung EPA, DHA atau linnoleat.
Omega 3 saat ini sudah menjadi asupan yang mendapat perhatian utama bahkan bagi bayi yang sedang dikandung hingga usia senja. Omega 3 adalah bahan baku (yang terdiri dari DHA dan EPA) pembentukan semua sel manusia sekaligus sebagai bahan baku pembentuk eicosanoid yang baik bagi tubuh.
Adapun manfaat dari omega 3 untuk tubuh adalah :
- Menjaga kesehatan Jantung. Omega 3 berfungsi untuk mengurangi tekanan darah, mengurangi kecepatan pembekuan darah, mencegah arteriosclerosis (penebalan pembuluh darah), mengontrol trigliserida yang tinggi.
- Menanggulangi masalah auto imun dan alergi.
- Melawan rasa nyeri dan peradangan jaringan. Omega 3 menurut peneliti dari Pusat kesehatan Universitas Pittsburgh menemukan bahwa hampir dua pertiga pasien sakit leher dan punggung kronis, nyeri sendi dan seluruh tubuh tidak lagi memerlukan pil anti radang setelah mengkonsumsi kapsul minyak ikan yang mengandung omega 3 selama 20-30 hari. Kuncinya adalah, omega 3 mampu melawan peradangan jaringan.
- Bermanfaat pada neurology (gangguan persyarafan) berupa koordinasi motorik yang parah, kesemutan pada kaki tangan, gangguan pertumbuhan otot.
- Mencegah gangguan perilaku, gangguan belajar dan konsentrasi, depresi, hiperaktifitas, disleksia, ADHD Orang yang dengan gangguan depresi, gangguan perilaku atau konsentrasi biasanya karena kekurangan DHA yang terkandung dalam omega 3. Omega 3 saat ini dinyakini sebahgai terapi alternative pengganti obat anti depresan.
- Mempercepat penyembuhan luka.
- Meningkatkan mood dan kebugaran tubuh. Bentuk lain dari omega 3 yaitu DHA bisa menaikkan 25 persen dari lemak tubuh dan mengolahnya menjadi produksi dan mengalirkan hormon kimia serotonin yang membuat mood baik.
- Menjaga berat badan Mood yang baik dapat mencegah tubuh kehilangan kontrol akan diet dan melahap semua makanan yang ada.
- Meningkatkan kecepatan metabolisme.
- Menurunkan gula darah dengan cara mengurangi resistensi terhadap insulin.
- Fungsi hormon tiroid dan adrenal serta hormon laki-laki (testoteron).
- Bermanfaat dalam infertilitas (kesuburan).
- Mengurangi bengkak akibat resistensi cairan.
- Mencegah kulit kering dan meradang.
- Melawan efek yang membahayakan dari prostaglandin yang dapat menurunkan daya tahan tubuh dan merangsang tumbuhnya sel-sel abnormal (Tumor atau Kanker).
- Mengurangi resiko Kanker Payudara
Kadar asam lemak Omega 3 dalam beberapa jenis ikan laut di perairan Indonesia berkisar antara 0,1 - 0,5 g/100 g daging ikan. Tentu saja ada beberapa jenis ikan lain di luar perairan Indonesia terutama yang hidup di kawasan temperata (bermusim dingin). Seperti ikan sardine dari Jepang memiliki kadar asam lemak Omega 3 sampai 31,174 g/100 g, sedangkan beberapa jenis ikan di perairan Thailand justru memiliki kadar rendah sekitar 0,084 g/ 200 g.Lingkungan tempat di mana ikan tersebut tumbuh dan berkembang, ternyata sangat berpengaruh terhadap kadar/ kandungan asam lemak Omega 3.Dari data yang telah dikeluarkan oleh Lembaga Gizi Departemen Kesehatan RI, beberapa jenis ikan laut Indonesia memiliki kandungan asam lemak Omega 3 tinggi (sampai 10,9 g/100 g) seperti ikan sidat, terubuk, tenggiri, kembung, layang, bawal, seren, slengseng, tuna dan sebagainya.
Namun apabila kita kesulitan untuk memenuhi kebutuhan omega 3, sekarang telah tersedia nutrisi kesehatan yang mengandung omega 3 kualitas tinggi seperti Herbalifeline dari Herbalife. Info produk selengkapnya dapat diperoleh di http://www.kliniklangsingdansehat.com/
|