| Langsing dan Sehat dengan Nutrisi |
|
|
|
|
Bukan hal yang asing lagi jika setiap orang menginginkan kesehatan yang baik bagi tubuh mereka. Sehat adalah modal untuk memulai berbagai aktivitas. Dengan tubuh yang proporsional, olahraga, nutrisi yang baik serta istirahat yang cukup maka tidak saja sekedar sehat, tetapi kondisi bugar dan tubuh ideal. Namun pertanyaannya, dimasa yang serba instant, gencarnya fastfood berkembang di Indonesia serta kurangnya waktu luang, akankah kita mampu menerapkan pola hidup sehat? Yang terjadi saat ini justru 7 dari 10 orang di dunia menderita kegemukan atau obesitas...
Cemas dan putus asa karena menderita kegemukan telah saya alami sendiri. Yang lebih menyakitkan lagi adalah karena saya seorang Dokter, yang mengetahui konsep kesehatan dan nutrisi. Kecewa karena tidak bisa memakai dan membeli baju favorit karena tubuh yang oversize pernah saya alami. Rasa kurang nyaman akibat gumpalan lemak yang tampak tumpah pada bagian perut membuat saya kehilangan rasa percaya diri.
Oleh kalangan kesehatan kegemukan itu bukan lagi dipandang sebagai dari awal dari banyaknya jenis penyakit, tetapi adalah penyakit itu sendiri. Maka salah satu prasyarat untuk dapat disebut sehat adalah hindarilah kegemukan. Nyatalah menjadi langsing tidak lagi tuntutan estetis semata, namun juga tuntutan medis. Ironisnya, masih banyak perempuan berpikir bahwa langsing itu melulu soal sedap dipandang. Demi langsing segala upaya dilakukan : diet, olahraga mati-matian, sauna, injeksi, bahkan operasi yang menghabiskan jutaan rupiah. Sayangnya, karena tidak memperhitungkan aspek kesehatan, upaya itu sering gagal total bahkan ada yang bahkan membahayakan kesehatan. Dengan segala pemahaman itu maka langsing saja tidak cukup, sehat juga penting. Penyebab dari kegemukan sangat beragam. Kegemukan bukan disebabkan oleh faktor tunggal. Faktor ini bervariasi, mulai dari problem regulasi hormone, keturunan, gaya hidup, pola makan, kondisi sosial, ekonomi bahkan budaya. Faktor keturunan merupakan penyumbang terkecil dari faktor-faktor tersebut diatas. Orang yang terlalu gemuk mempunyai sekumpulan kebiasaan yang membuat mereka gemuk. Makan berlebihan adalah konsekuensi dari kebiasaan-kebiasaan ini. Bila kita mampu memutus kebiasaan-kebiasaan yang sudah berakar ini, maka berat tubuh kita akan turun tanpa harus menghitung kalori , tanpa rasa lapar atau rasa bersalah. Berbicara tentang nutrisi kaitannya dengan pengendalian berat badan dan kesehatan, tidak terlepas dari antropologi, budaya, perkembangan tehnologi, bisni, biomolekuler bahkan ilmu kedokteran secara keseluruhan. Industri pangan tidak lagi perlu mengacu pada 'apa yang sebenar-benarnya makanan manusia", melainkan apa yang bisa diproduksi, dijual, menjadi komoditi, menghasilkan untung, digemari orang karena kelezatannya. Karena itu sangat menggelikan bila manusia berusaha mempertahankan kepadatan tulang dan kesehatan giginya dengan meminum bubuk yang diyakini memiliki kalsium tinggi, sementara agar cocok di lidah, bubuk tersebut diberi imbuhan gula. Padahal ilmu nutrisipun sadar bahwa gula menghambat penyerapan kalsium, bahkan gula juga mempercepat penggeroposan tulang! ( Tan Shot Yen, 2009). Semua karbohidrat yang kita makan kemudian dicerna akhirnya diserap, beredar dalam darah sebagai gula/ glukosa. Beras, tepung, pati adalah karbohidrat kompleks, namun cepat diubah menjadi gula. Gula sederhana pada buah, sekalipun cepat diserap dalam usus halus, namun lambat diubah menjadi glukosa di hati. Akibatnya gula buah yang disebut fruktosa sebenarnya memasuki aliran darah sebagai glukosa secara jauh lebih lambat daripada turunan beras, pati, tepung. Sayuran mengandung 30 persen fruktosa, buah mengandung 70 persen fruktosa, sedangkan biji-bijian mengandung 100 persen glukosa ( Tan Shot yen, 2009) Menghindari gula selain yang berasal dari sayur dan beberapa buah bukan sekedar menjaga agar insulin tidak melonjak, tetapi gula mempercepat proses penuaan, dengan mengikatkan molekul gula pada protein membentuk persenyawaan yang disebut AGE (Advance Glycation End product). AGE mengendap dalam jaringan tubuh manusia, mendorong timbulnya penyakit degeneratif, pembentukan kerut dan uban ( Lee and Cerami, Annals of New York Academy of Science, 1993) Gula yang tinggi dalam aliran darah menciptakan radikal bebas dan selanjutnya menyebabkan kholestrol buruk (LDL) teroksidasi dan meninmnulkan plak pada pembuluh darah. Ini awal peradangan tersamar dan mempercepat penuaan. Peradangan tersemar mencetuskan banyak reaksi termasuk terbentuknya enzyme pemakan collagen (zat elastis yang mempertahankan jaringan tetap kenyal). Bila hal ini terjadi pada sel-sel kulit, tentu kerut tidak akan terelakkan (Perricone, 2002). Karbohidrat yang berasal dari sayur dan buah sebaiknya kita makan dalam keadaan segar tanpa dimasak. Mengapa?
Protein adalah dasar dari berbagai struktur yang membangun kehidupan. Sebagai pembentuk otot, organ tubuh, hingga enzyme. Tersusun dari 20 asam amino esensial yang tidak dapat dibuat sendiri oleh tubuh manusia, jadi harus diasup dari makanan. Bila asupan makanan terjadi keseimbangan antara karbohidrat dan protein, terjadi keseimbangan hormonal yang membuat tubuh dalam keadaan optimal. Bila asupan karbohidart menyebabkan insulin meningkat dan kelebihan gula disimpan, asupan protein menyebabkan hormone glukagon yang membuat simpanan gula dapat dipakai menjadi energi (Tan Shot Yen, 2009). Salah satu mitos yang perlu kita luruskan, konsumsi lemak tidak membuat manusia gemuk, justru karbohidrat buruk yang tidak disadari membuat gangguan hormonal tubuh sehingga menyimpan lemak berlebihan yang bersal dari gula. Justru untuk 'melenyapkan' lemak yang tidak diinginkan tubuh, manusia perlu mengkonsumsi lemak lain secara tepat, baik pilihan maupun cara mengkonsumsinya. Salah satu jenis lemak yang terbaik adalah omega-3 yang terdiri dari DHA dan EPA. (Banyak makanan kesehatan yang beredar dipasaran dan salah satu terbaik adalah HERBALIFELINE dari Herbalife). Lemak memberikan rasa kenyang, bukan kegemukan. Makanan tidak dapat dimetabolisme dengan baik tanpa vitamin dan mineral. Energi yang berasal dari modifikasi karbohidrat produk tehnologi pangan (makanan cereal, roti, dsb) akan disimpan sebagai lemak, sampai akhirnya tubuh menerima vitamin dan mineral yang seharusnya. Jadi, justru dengan makanan 'rendah kalori' tubuh jadi semakin gemuk. Asam lemak esensial tak jenuh (Omega-3) dan beberapa asam lemak tak jenuh sekalipun mengandung 9 kalori per gram, namun tubuh menggunakannya untuk fungsi-fungsi struktural (pembuatan dinding sel, dan lain-lain), hormonal, fungsi hantaran listrik dan bukannya untuk menghasilkan tenaga. Pada pemberian dosis tinggi, kecepatan metabolisme ditingkatkan dan meningkatkan pembakaran, dengan hasil penurunan berat badan. Ini adalah jenis lemak yang justru membantu mengusir lemak yang tidak sehat. Ajaran lama yang menunjukkan kolestrol total dalam darah merupakan tanda umum resiko jantung kardiovascular sudah terlalu usang dan tidak akurat. Faktor yang sangat dekat hubungannya dengan penyakit ini adalah konsumsi gula, lemak tidak baik, dan tambahan food additives. Kenyataannya tubuh mampu membuat keseimbangan sendiri bila manusia mengkonsumsi makanan alam yang segar, kaya gizi, bebas racun, kya serat. Kholestrol tinggi bukan untuk dipertahankan namun koreksilah dengan gaya hidup - pola makan. Pola makan yang baik adalah yang mampu membuat manusia melalui fase tumbuh kembang menjadi optimal, mempertahankan kondisi bugar setinggi-tingginya, mempercepat proses penyembuhan dari keadaan sakit, bahkan tanpa intervensi obat. Oleh karena itu, bersahabatlah dengan tubuh anda, Janganlah makan hanya untuk memenuhi 'panggilan' mata, lidah dan mengenyangkan lambung. Berikan tubuh yang terbaik dan bukan sekedar enak di mulut saja karena ketika kita memberi tubuh makanan sehat, kita akan mengubah bentuk tubuh dari dalam! Apabila kita mengkonsumsi makanan yang sesuai dengan kebutuhan manusia, maka makanan tersebut dapat 'meluruskan' kembali fungsi kerja tubuh. Metabolisme tubuh yang sehat akan menyebabkan tubuh 'mengobati' dirinya sendiri sehingga mampu mengeliminasi penyakit yang ada. Semoga bermanfaat, salam sehat ! ^_^ Dr. Handini, MARS www.kliniklangsingdansehat.com |