Makanan Sebagai Obat PDF Cetak E-mail

Dokter masa depan tidak lagi memberi obat.

Namun menempatkan kepentingan pasien dalam rangka bimbingan kemanusiaan, bimbingan masalah pola makan, penyebab serta pencegahan penyakit

(ThomasAlva Edison)


Dalam praktek sehari-hari, saya sering dihadapkan pada pasien yang mempunyai masalah dengan hipertensi, hiperkholestrol, hiperglikemia dan lain sebagainya. Ataupun juga berbagai keluhan yang diutarakan pasien mulai dari pusing, capek, dan nyeri sendi. Dan angka kejadian penyakit ini kian meningkat tiap harinya di tempat praktek saya.  Selama ini Kita (Dokter) hanya memberikan terapi obat. Bila nyeri diberikan obat pereda rasa nyeri, bila tensi darah meningkat, diberi obat untuk menekan tekanan darah. Namun selama ini kita telah mengabaikan mengapa semua itu bisa terjadi.


Setelah kita pelajari lebih jauh, banyak reaksi tubuh yang kita anggap sebagai penyakit sebenarnya hanya warning sign. Merupakan alarm peringatan seakan tubuh sedang menjerit. Alarm akan berbunyi melalui apa yang kita rasakan di tubuh, melalui keluhan seseorang yang membawanya ke Dokter ataupun lewat hasil pengecekan laboratorium. Mematikan alarm tubuh, seperti memberikan obat darah tinggi untuk penderita hipertensi adalah untuk menjinakan lonjakan tensimeter belaka. Bukan membereskan asal muasal masalah tubuh mengapa kita mendapatkan kompensasi mengapa terjadi sign semacam itu. Demikian juga dengan pemberian obat untuk menekan kholestrol dan asam urat, sementara kita masih bergelimang dengan pola hidup dan pola makan yang tidak berubah sama sekali.!


Selama ini kita dzalim dengan tubuh kita sendiri. Termasuk makan makanan yang kita sukai, bukan makanan yang dibutuhkan oleh tubuh. Selama ini kita makan hanya untuk memanjakan lidah dan mengenyangkan lambung saja. Padahal kita makan, untuk memenuhi kebutuhan sel-sel dalam tubuh kita akan nutrisi untuk beregenerasi secara sehat. Tahukah anda bahwa setiap kita bangun tidur, tubuh menagih 114 nutrisi penting untuk metabolisme kita ? Karena jika metabolisme tubuh kita sehat, sel-sel tubuh kita yang 'sakit' akan diregenerasi menjadi sel yang sehat, sehingga tubuh kita akan mampu 'mengobati' dirinya sendiri.


Ternyata, setelah banyak saya pelajari ilmu tentang nutrisi, selama ini yang banyak menimbulkan banyak masalah, salah satunya adalah kita sudah terlalu banyak mengkonsumsi karbohidrat yang buruk (turunan tepung, pati, gula, bji-bijian). Makanan kita saat ini banyak diserbu oleh franchise asing yang menyediakan roti atau donat bersalut gula yang banyak sekali mengandung karbohidrat. Dan tanpa kita sadari kitapun telah 'mencekoki' anak-anak kita dengan fast food dan segala macam '.....talk'. Bayangkan apa yang terjadi beberapa tahun ke depan. Tidak heran bila dalam praktek sehari-hari saya menemukan angka kejadian penderita hipertensi atau Dibetes yang semakin muda usianya. Apakah saat ini kita menyadarinya ?


Hal yang sekali lagi mebuat kita terperangah adalah ternyata karbohidrat buruk ini adalah biang dari segala masalah. Kelebihan karbohidrat buruk yang disimpan tubuh sebagai gula akan meningkatkan sekresi insulin dri pancreas. Insulin  akan berusaha keras menekan gula supaya kita mempunyai kadar gula yang normal. Tetapi insulin yang meroket ini bukan kondisi yang aman. Sebab insulin akan memerintahkan keluarnya hormon eicosanoid buruk yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah, pengentalan darah, penurunan daya kekebalan, peningkatan rasa nyeri dan memperbanyak sel-sel tidak normal.  Kegemukan, Diabetes, hiperkholestrol, hiperuricemia, hipertensi adalah sign dari sindrom metabolik yang memerlukan penanganan secara terpadu. Obat hanyalah menekan gejala namun tidak mengatasi akar permasalahannya. Edukasi agar mengubah pola makan, gaya hidup serta peningkatan spiritualitas menjadi layak untuk diutamakan.


Nyata sekali disini bahwa pola makan yang baik adalah yang membuat manusia mampu melalui fase tumbuh kembang menjadi optimal, mempertahanlan kondisi bugar setinggi-tingginya, mempercepat proses penyembuhan dari keadaan sakit, bahkan tanpa intervensi obat.  Dengan memilih kualitas karbohidrat, protein dan lemak sebagai tiga serangkaian makronutrien, maka kunci meracik makanan sehat seimbang sudah berada di tangan kita!


Salam sehat!

www.kliniklangsingdansehat.com

 

Pemesanan Produk

BCA KCP Tandes, Surabaya No. Rek: 6170200118 a/n Handini, dr.